×

Keris Naga Sasra (atau Nagasasra) a

📑 Daftar Isi ▾

    Keris Naga Sasra (atau Nagasasra) adalah salah satu dhapur (model) keris luk 13 yang paling legendaris dan sakral dalam budaya perkerisan Jawa. Pusaka ini sangat terkenal karena keindahan seni pembuatannya yang tinggi, nilai filosofinya yang mendalam, serta reputasinya sebagai lambang kekuasaan, kewibawaan tertinggi, dan penolak bala. [1, 2, 3, 4] 
    Berikut adalah ulasan lengkap mengenai sejarah, ciri fisik, dan nilai filosofis dari Keris Naga Sasra:
    ## Sejarah dan Asal-Usul

    * Peninggalan Majapahit: Menurut cerita tutur dan literatur tosan aji, keris ini pertama kali dibuat pada masa pemerintahan Raja Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit. [1, 2] 
    * Karya Empu Supo Mandrangi: Sang raja memerintahkan seorang empu kerajaan yang sangat tersohor bernama Mpu Sedayu (yang juga dikenal sebagai Empu Supo Mandrangi) untuk menempa pusaka ini guna meredam huru-hara dan menolak bencana di kerajaan. [2] 
    * Budaya Populer: Nama Nagasasra semakin melegenda di masyarakat luas berkat novel silat populer karya S. Mintardja yang berjudul [Nagasasra dan Sabuk Inten](https://www.youtube.com/watch?v=-fK_ZIgvZjQ), yang mengisahkan perebutan dua keris pusaka Majapahit di era Kerajaan Demak. [1, 5] 

    ## Ciri Fisik dan Karakteristik

    * Luk 13: Keris Naga Sasra yang asli dan pakem selalu memiliki 13 kelokan (luk). [1] 
    * Ukiran Naga Bermahkota: Bagian gandik (pangkal keris) diukir membentuk kepala naga utuh yang mengenakan mahkota. [3, 6] 
    * Badan Naga yang Menjalar: Tubuh ular naga tersebut digambarkan menjalar dan meliuk-liuk mengikuti lekukan bilah keris hingga ke bagian ujung (pucukan). [3] 
    * Kinatah Emas (Kamarogan): Pada keris-keris kelas atas (termasuk versi aslinya), seluruh tubuh naga tersebut dilapisi atau ditatah dengan lapisan emas murni halus, sebuah teknik estetika yang disebut kinatah kamarogan. [7, 8, 9] 

    ## Makna Filosofis
    Setiap elemen seni pada Keris Naga Sasra menyimpan simbolisme spiritual dan kepemimpinan Jawa:

    * Simbol Naga: Mewakili kekuatan alam semesta, bumi, dan air. Dalam konsep Jawa, naga adalah lambang penjaga kesuburan, kemakmuran, sekaligus kekuatan yang tak tertandingi.
    * Sasra (Seribu): Kata sasra berarti seribu. Naga Sasra melambangkan seorang pemimpin yang memiliki kekuatan, kesaktian, atau pengikut layaknya "seribu naga".
    * Luk 13 (Las-Lasan): Angka 13 dalam numerologi Jawa sering dikaitkan dengan las-lasan, yang berarti keikhlasan atau pencapaian spiritual tertinggi setelah melewati berbagai cobaan hidup.

    ## Kegunaan dan Tuah (Sisi Isoteris)
    Secara tradisional, keris ini dipercaya memiliki tuah atau energi spiritual untuk: [10, 11] 

    * Meningkatkan kewibawaan dan kharisma tingkat tinggi bagi pemiliknya.
    * Menarik kemakmuran, kejayaan, dan kelancaran rezeki.
    * Menjadi sarana tolak bala untuk melindung pemilik, keluarga, atau suatu wilayah dari marabahaya fisik maupun supranatural
    Author

    Tim kurator JagadPusaka — berbagi pengetahuan seputar keris, tombak, pedang, dan pusaka Jawa.

    💬 Komentar

    💬 Konsultasi Gratis via WhatsApp Fast Response
    💬